Ketua AWPI Kota Metro Sesalkan Pemberitaan Dibeberapa Media Online Membawa Nama Anggotanya

  • Whatsapp

MEDIAONLINE.CO.ID.METRO – Menyikapi pemberitaan oleh beberapa media Online tentang Kadisporapar tidak sejalan dengan Walikota tentang PPKM Ketua AWPI kota Metro sangat menyayangkan karena membawa_bawa salah satu anggotanya yang ternyata tidak memberikan statmen secara resmi yang menjadi ranah pemberitaan.

Verry Sudarto juga mempertanyakan, kenapa obrolan dan bentuk Sharing di groupnya malah berkembang keluar dan malah menjadi komsomsi berita .
” Penggunaan Whatsapp group sengaja dibuat sarana berkomunikasi intensif dalam menyampaikan pendapat, berbagai opini, dan meningkatkan diskusi guna membangun hubungan, ” kata Verry.

Lanjut Verry, Tri Hendriyanto yang kebetulan menjabat kepala dinas Porapar Metro adalah salah salah satu pembina AWPI kota Metro jadi masuk di group.

Masih kata VERRY, dalam hal ini kami sangat menyesalkan dengan media yang memberitakan tanpa konfirmasi dahulu dan membawa juga nama anggota kami.
jDan yang perlu dipahami inilah yang ada dipercakapan Kadisporapar di group,

“Mana para jurnalis, ini waktunya memberikan masukan yang benar, jangan diam saja, bantu masyarakat supaya terhindar dari penyebaran virus covid-19. 🙏🙏🙏,”kata Tri Hendriyanto.

“Kan di pasar pak.kadis…hemat saya klu di pasar kan..biasa..2 cuma jaga protokol kesehatan..,”balas E Rudiyanto.

“Sepengetahuan saya seharunya kita bisa membedakan dipasar dan kerumunan yg bagaimana..wkwkw…,”Tambah Rudi.

“Yang di maksud pak kadis itu jaga prokotol kesehatan jaga jarak,pake masker,cuci tangan..kan gitu ya pak kadis…,”jelas Chairul Chan.

“Ya spt itu, dan perhatikan instruksi walikota, klu kita semua longgar tdk menjaga instruksi walikota maka untuk melandai ke zona orange, kuning atau hijau adalah mimpi.
Semakin lama di zona merah semua akan merugi, maka perlu kerjasama dan pengertian semua lini dan sendi kehidupan…..,”lanjut Tri.

“Memang benar intruksi wali kota dalam.hal ini tentunya, harus memahami antara intruksi, himbauan, dan dimana tempat hal itu terjadi, maka harus paham akan Sebuah Kalimat yg tertulis..untuk mengartikan dalam tatanan negara, seperti halnya, kalimat Pasar, diskusi, pertemuan..dll..semua tinggal.l publik yg menilai, baik secara uu atau secara mau dibranahkan ke Politik…,”kata Rudi.

“Jangan saling menyalahkan, tapi meluruskan supaya zona kita bisa menurun, payungi instruksi walikota, patuhi protokol kesehatan, yang melanggar disentil, diberikan sangsi baik itu sangsi hukum ataupun sangsi sosial …….
Bantu Pemerintah untuk keadilan dan kesejahteraan masyarakat, tks,”tambah Tri Hendriyanto.

“Namun, sangat disayangkan percakapan melalui Whatsapp group yang notabene untuk pribadi, berbuntut statement E. Rudiyanto di beberapa media Online yang berjudul “Kadisporapar Metro Tidak Sejalan dengan Walikota Metro yang Baru”. Tambah Verry, Senin (21/06/2021).

Sementara itu, Hendi (Pedagang) yang dimaksud, saat di Konfirmasi Ia mengaku tidak pernah memberikan Statement. “Ya, memang saya ketemu dan ngobrol dengan inisial W, usai sholat di Mushoola tapi tidak ngobrol sejauh itu,” katanya..

Terpisahkan, Kepala Disporapar Tri Hendriyanto selaku pembina AWPI Kota Metro mengatakan, pihaknya akan menyikapi berita tersebut dengan kepala dingin.

“Itu hak dia mau memberitakan. Tapi harusnya konfirmasi dulu. Toh, hubungan komunikasi dengan Walikota selama ini baik-baik saja,”t katanya.
Ketika ditanya langkah yang akan ditempuhnya karena berita itu menyudutkanya, ia mengatakan akan pelajari dulu delik hukumnya dan berkordi asi dengan atasan kami.
Saya akan kaji dulu bagaimana legalitas media dan wartawanya.
Tapi Hendri juga berharap, untuk segera wartawan tadi segera menemuimya untuk menjelaskan duduk masalahnya, pungkasnya.(tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *